Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengajak masyarakat Indonesia untuk menunggu dan melihat manfaat nyata dari Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Senin, 24 Februari 2025.
Saat ditemui di Jakarta Barat pada Rabu, 26 Februari 2025, Hasan menanggapi respons netizen yang meragukan efektivitas badan pengelolaan investasi tersebut.
"Tunggu saja waktunya, karena di Indonesia sendiri sebenarnya legitimasi Danantara ini mendapatkan legitimasi yang full ketika peluncuran kemarin," ujar Hasan kepada wartawan.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Arti Angka 8 saat Peluncuran Danantara
Menurutnya, legitimasi penuh terhadap Danantara dapat dilihat dari kehadiran berbagai tokoh penting negara, perwakilan dewan rakyat, serta pelaku usaha dan industri dalam acara peresmian.
Tokoh-tokoh yang hadir meliputi mantan presiden dan wakil presiden, para petinggi partai politik, serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani. Selain itu, sejumlah pengusaha yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional juga turut menghadiri acara tersebut.
"Hadir semua tanpa kecuali itu artinya dari sisi legitimasi Danantara itu mendapatkan kepercayaan dan legitimasi yang full dari seluruh stakeholder yang ada di Indonesia," tambahnya.
Hasan juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menilai perkembangan Danantara, mengingat program ini baru saja diresmikan dua hari lalu.
Oleh karena itu, ia menilai anggapan negatif terhadap badan pengelolaan investasi ini kurang tepat, karena implementasinya masih berada di tahap awal.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomis Nasional, KITB Siap Dukung Investasi Strategis Bersama Danantara
Pemerintah, lanjut Hasan, meyakini bahwa Danantara merupakan solusi yang efektif dalam mengelola kekayaan Indonesia. Selama ini, pengelolaan sumber daya manusia maupun investasi dilakukan secara terpisah, sehingga hasilnya belum optimal.
Ia pun berharap masyarakat bersedia menunggu perkembangan Danantara serta memberikan dukungan agar program ini dapat membawa kesejahteraan bagi bangsa.
"Kalau ada suara negatif, saya justru bertanya balik, kok kenapa kita mengkonsolidasikan kekuatan untuk membangun bangsa kok ada suara negatif, harusnya ini didukung oleh seluruh komponen bangsa Indonesia gitu ya," kata Hasan.