Perdana, Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Kratom Senilai Rp17 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Feb 2025, 17:04
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor perdana kratom produksi CV Cahaya dari Pontianak, Kalimantan Barat senilai USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar/Ist Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor perdana kratom produksi CV Cahaya dari Pontianak, Kalimantan Barat senilai USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar/Ist

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor perdana kratom produksi CV Cahaya dari Pontianak, Kalimantan Barat senilai US$1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar.

Pelepasan ekspor 351 ton kratom atau 13 kontainer ini berlangsung di PT Oneject Indonesia, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini merupakan ekspor kali ini sekaligus merupakan ekspor perdana kratom sejak pemberlakuan tata niaga ekspor kratom yang peraturannya diterbitkan pada akhir 2024.

Mendag Busan mengapresiasi terlaksananya ekspor perdana kratom tersebut. Kratom, yang dilepas ekspornya dalam bentuk bubuk ini, dapat diolah menjadi berbagai produk kesehatan dan herbal.

Ia mengatakan, momen pelepasan ekspor kratom telah banyak dinanti pelaku usaha.

Baca juga: Tuntut Solusi Penghentian Ekspor, Ribuan Pengepul Jelantah Aksi Damai

"Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan aturan tata niaga ekspor kratom sehingga memberikan manfaat bagi para petani dan pelaku ekspor kratom," ucap Mendag Busan dalam keterangannya, Jumat, 28 Februari 2025.

"Selamat kepada para pelaku usaha kratom yang telah berhasil menembus pasar internasional dengan memenuhi standar ekspor yang ditetapkan pemerintah,” sambungnya.

Dalam hal ini, PT Oneject Indonesia bertindak sebagai penyedia jasa sterilisasi atau iradiasi kratom yang dimanfaatkan pelaku usaha kratom dalam mempersiapkan ekspor.

Kratom merupakan tanaman asli dari Pulau Kalimantan yang banyak tumbuh subur di sepanjang Sungai Kapuas. Kualitas kratom Indonesia adalah yang terbaik di dunia.

Kratom semula merupakan komoditas yang bebas untuk diekspor. Namun, dominasi ekspor kratom mentah menginisiasi pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah ekspor kratom.

Tata niaga kratom resmi diatur pemerintah melalui ‘Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2024 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor’ dan ‘Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor’. 

Baca juga: Prabowo ke Pengusaha: Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam Wajib 100% Disimpan di Indonesia

Kedua Permendag mengatur komoditas kratom yang boleh diekspor dan yang dilarang.
Mendag Busan menyampaikan, kratom yang boleh diekspor adalah yang berbentuk potongan, dihancurkan, atau dalam bentuk bubuk, dengan ukuran maksimal 600 mikron. Standar ini digunakan untuk menjamin kualitas kratom Indonesia yang diekspor.

“Upaya ini ditempuh pemerintah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan harga jual kratom Indonesia,” ungkap Mendag Busan.

Menyikapi peningkatan nilai tambah untuk kratom yang diekspor, Mendag Busan menyampaikan, Kemendag telah menunjuk PT Sucofindo sebagai surveyor pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis ekspor kratom yang dilengkapi laboratorium uji.

Hal tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah suatu komoditas, dalam hal ini kratom.
 
“Semoga pelepasan ekspor perdana kratom kali ini dapat menjadi momentum yang terus berkembang untuk mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

x|close