RI Kena Tarif Impor AS 32 Persen, Rupiah Terancam Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 14:52
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2025. Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Guru Besar Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Didin S. Damanhuri menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengenakan tarif impor sebesar 32 persen terhadap Indonesia akan berdampak terhadap nilai tukar rupiah.

Menurutnya kebijakan tarif AS berpotensi menekan rupiah lebih dalam. Dimana nilai tukar diprediksi menyentuh Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan.

"Akan terjadi depresiasi Rupiah yg kinipun Rp16.700 per 1 USD dan tidak mustahil dalam beberapa hari ke depan akan melampaui Rp17.000 per 1 USD," ucap Didin, Kamis 3 April 2025.

Hal senada juga diungkapkan Ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin yang menilai kebijakan mengenakan tarif impor sebesar 32 persen terhadap Indonesia akan berimbas langsung terhadap ekonomi RI.

Baca juga: Kelamin Pria Ini Malah Terjepit di Pagar Besi saat Mau Lompat, Damkar Turun Tangan

Menurutnya pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh dimana impian untuk tumbuh 5 persen tahun ini semakin tidak realistis.

IHSG akan semakin volatile dan cenderung melemah, terutama untuk beberapa sektor berorientasi ekspor. Sejalan dengan itu Rupiah akan tertekan dan cenderung melemah.

Kemudian upaya refinancing utang dan utang baru sebesar Rp800 triliun dan Rp700 triliun di tahun ini tidak akan mudah. Indonesia juga menghadapi pasar yang semakin berat.

"Mengingat ekspor kita ke AS didominasi oleh produk industri padat karya (sepatu, TPT, produk karet, alat Listrik dan elektronik), maka tekanan PHK akan semakin kuat," ucap Wijayanto.

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump meluncurkan tarif minimum 10 persen untuk sebagian besar barang yang diimpor ke Amerika Serikat dan bea masuk lebih tinggi pada produk dari puluhan negara.

Baca juga: Lima Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Saat Arus Balik Lebaran 2025, Ini Daftarnya!

Adapun impor China akan terpukul dengan tarif 34 persen, sekutu dekat AS tidak luput termasuk Uni Eropa, yang menghadapi tarif 20 persen, dan Jepang, yang ditargetkan untuk tingkat 24 persen.

Lebih lanjut, Indonesia juga menjadi korban perang dagang dengan kenaikan tarif impor 32 persen.

Namun Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang jadi korban.

Trump juga menerapkan tarif impor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja dengan masing-masing tarif 46 persen, 36 persen, 24 persen, dan 49 persen.

x|close