Ntvnews.id
Dilansir oleh TechCrunch pada Jumat, 4 April 2025, tahap uji coba ini sedang berlangsung di beberapa negara, termasuk Indonesia, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan. Ke depannya, TikTok berencana memperluas jangkauan layanan ini ke lebih banyak wilayah di seluruh dunia.
Dengan TikTok for Artists, musisi dapat menjalankan berbagai kampanye promosi guna mendukung perilisan lagu atau album terbaru mereka. Platform ini memungkinkan mereka untuk mendorong pre-save album di layanan streaming musik seperti Spotify dan Apple Music, serta menjual merchandise eksklusif kepada penggemar.
Baca juga: TikTok Luncurkan Feed STEM, Konten Edukasi untuk Pelajar Indonesia
Tak hanya itu, artis juga mendapatkan akses ke data performa lagu dan konten mereka di TikTok. Informasi ini mencakup wawasan mengenai seberapa baik lagu mereka diterima oleh pengguna, serta data demografi penggemar—termasuk negara asal para pendengar.
Salah satu fitur unggulannya adalah "Music Tab Fan Spotlight", yang berfungsi sebagai ruang khusus untuk menampilkan video dari para penggemar. Dengan fitur ini, musisi dapat membangun komunitas yang lebih solid sekaligus meningkatkan interaksi dengan audiens mereka secara lebih efektif.
TikTok berencana mengungkap lebih banyak informasi terkait fitur ini dalam beberapa minggu mendatang.
Peluncuran TikTok for Artists dilakukan hanya beberapa bulan setelah ByteDance, selaku perusahaan induk TikTok, memutuskan untuk menghentikan layanan TikTok Music, yang sebelumnya sempat diuji coba di beberapa negara.
Pada saat itu, ByteDance menegaskan bahwa mereka ingin lebih memaksimalkan TikTok sebagai platform utama dalam meningkatkan konsumsi musik serta memberikan nilai tambah bagi layanan streaming musik lainnya.
(Sumber: Antara)