Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Siarait membagikan momen saat bertemu dengan Mantan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat (AS) Muhammad Lutfi.
Melalui unggahannya di akun Instagram pribadinya @maruararsirait, keduanya berdiskusi santai sore hari membahas pengaruh kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.
Maruarar pun menyebut pentingnya memperkuat swasembada pangan dan energi di Indonesia sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kebijakan internasional.
"Perkuat swasembada pangan dan energi yang dilakukan Presiden Prabowo sudah tepat mengantisipasinya," ucap Maruarar, Sabtu 5 April 2025.
Baca juga: Keberhasilan Pengamanan Mudik 2025, Masyarakat Puas atas Kinerja Polri
Selain itu, Maruarar juga menekankan pentingnya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri guna mendukung perekonomian Indonesia.
"Pemakaian Produk dalam negeri perlu kita tingkatkan kedepannya," ungkap Maruarar.
Seperti diketahui, Presiden Donald Trump meluncurkan tarif minimum 10 persen untuk sebagian besar barang yang diimpor ke Amerika Serikat dan bea masuk lebih tinggi pada produk dari puluhan negara.
Adapun impor China akan terpukul dengan tarif 34 persen, sekutu dekat AS tidak luput termasuk Uni Eropa, yang menghadapi tarif 20 persen, dan Jepang, yang ditargetkan untuk tingkat 24 persen.
Baca juga: Sampah Pada Libur Lebaran di Depok Meningkat Hingga 25 Persen
Lebih lanjut, Indonesia juga menjadi korban perang dagang dengan kenaikan tarif impor 32 persen.
Namun Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang jadi korban.
Trump juga menerapkan tarif impor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja dengan masing-masing tarif 46 persen, 36 persen, 24 persen, dan 49 persen.