Ntvnews.id, Jakarta - Informasi terbaru mengungkap kondisi penyanyi dan penulis lagu Liam Payne saat kematiannya. Melansir People, Rabu, 26 Februari 2025, siaran pers Kantor Kejaksaan Pidana dan Pemasyarakatan Nasional Nomor 14 pada Senin, 21 Februari 2025, mengungkapkan bahwa tubuh sang penyanyi yang tutup usia pada 31 tahun ini memiliki konsentrasi alkohol hingga 2,7 gram per liter dalam darah pada saat kematiannya.
Selain itu, dalam tubuhnya ditemukan metabolit kokain seperti methylecgonine, benzoylecgomine, cocaethylene, serta obat antidepresan sertraline. Payne dikabarkan meninggal pada Oktober 2024 setelah jatuh dari balkon di hotel CasaSur Palermo, Argentina.
Siaran pers tersebut juga mengungkap bahwa dakwaan terhadap Braian Paiz atas tuduhan memasok narkoba dengan imbalan uang telah terkonfirmasi, meskipun sebelumnya ia membantah dan mengklaim melakukannya secara cuma-cuma.
Bukti yang dikumpulkan menunjukkan sifat memberatkan dari pengiriman tersebut, memungkinkan konfirmasi penuntutan oleh instansi terkait.
Baca juga: Pemasok Narkoba ke Mendiang Liam Payne Ditangkap Polisi!
Dalam pemeriksaan pesan antara Payne dan Paiz, terungkap bahwa Paiz mengirim pesan teks kepada Payne yang berbunyi, "Orang yang membawa cerutu itu baru saja menjawab saya, datanglah nanti jika kamu mau."
Payne kemudian menjawab, "Saya punya 100 dolar AS."
Pada November 2024, kantor kejaksaan mengungkapkan temuan dari laporan toksikologi yang menunjukkan bahwa dalam 72 jam sebelum kematiannya, Payne memiliki alkohol, kokain, dan obat antidepresan yang diresepkan dalam tubuhnya. Kesimpulan ini dicapai setelah pengujian toksikologi lengkap terhadap urin, darah, dan cairan vitreus.
Temuan ini menambah detail penting mengenai kondisi Liam Payne sebelum kematiannya, memberikan gambaran lebih jelas tentang faktor-faktor yang mungkin berkontribusi pada insiden tragis tersebut.
(Sumber: Antara)