Ntvnews.id, Jakarta -Dalam Islam, berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Namun, ada beberapa kondisi yang membolehkan seseorang tidak berpuasa, seperti sakit, bepergian jauh, atau alasan lain yang diperbolehkan secara syar'i.
Bagi mereka yang tidak bisa berpuasa, ada dua cara untuk menggantinya, yaitu dengan membayar fidyah atau melakukan puasa qadha.
Namun, apa sebenarnya perbedaan antara fidyah dan puasa qadha? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Puasa tapi Berat Badan Naik? Begini Cara Mencegahnya!
1. Pengertian Fidyah dan Puasa Qadha
Fidyah adalah kompensasi yang diberikan oleh seseorang yang tidak mampu berpuasa dan tidak memiliki kemungkinan untuk menggantinya di kemudian hari. Bentuk fidyah ini adalah memberi makan orang miskin sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Puasa Qadha adalah mengganti puasa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan dengan berpuasa di hari lain sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
2. Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Fidyah hanya diwajibkan bagi mereka yang tidak mungkin menjalankan puasa di lain waktu, seperti:
- Lansia yang sudah lemah dan tidak mampu berpuasa.
- Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh.
- Ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi bayinya (menurut sebagian ulama).
3. Siapa yang Harus Melakukan Puasa Qadha?
Puasa qadha diwajibkan bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan namun masih mampu untuk menggantinya, seperti:
- Orang yang sakit sementara dan memiliki kemungkinan sembuh.
- Wanita haid atau nifas.
- Orang yang bepergian jauh (musafir) dan mengambil rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa.
Baca Juga: Bulan Puasa Berat Badan Malah Naik? Ini Penyebabnya!
4. Cara Membayar Fidyah dan Melakukan Puasa Qadha
Fidyah: Membayar makanan kepada orang miskin. Ukuran fidyah yang umum adalah satu mud (sekitar 0,6 kg) bahan makanan pokok seperti beras per hari puasa yang ditinggalkan. Namun, di beberapa negara, fidyah bisa dikonversikan dalam bentuk uang sesuai harga makanan setempat.
Puasa Qadha: Dilakukan dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan, sebaiknya sebelum Ramadhan berikutnya.
5. Apa Hukum Jika Tidak Membayar Fidyah atau Tidak Mengqadha Puasa?
Jika seseorang wajib membayar fidyah tetapi tidak melakukannya, maka ia masih memiliki tanggungan hingga fidyah dibayarkan.
Baca Juga: Puasa, Rahasia Alami untuk Tetap Awet Muda
Jika seseorang wajib mengqadha puasa tetapi menundanya tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia berdosa dan harus segera mengqadhanya.
Perbedaan utama antara fidyah dan puasa qadha terletak pada siapa yang harus melakukannya dan bagaimana cara mengganti puasa yang ditinggalkan.
Fidyah diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu lagi berpuasa, sementara puasa qadha adalah kewajiban bagi mereka yang masih mampu berpuasa di hari lain.
Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami aturan ini agar dapat menjalankan kewajiban agama dengan benar.