Ntvnews.id
Keputusan ini menjadi pergantian pertama yang dilakukan tim musim ini, dan tentu saja memicu spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya.
Tak bisa dipungkiri, performa De Thaey musim ini jauh dari harapan. Dibandingkan dua pemain asing lainnya, KJ Buffen dan Aaron Fuller, kontribusinya dinilai kurang maksimal. Meski berperan dalam menjaga pertahanan, statistiknya menurun drastis dibandingkan musim lalu.
Menurut data dari IBL, dalam 13 pertandingan bersama Rans Simba Bogor, ia hanya mampu mencatatkan rata-rata 9,5 poin, 7,5 rebound, dan 1,5 assist per game dengan waktu bermain 18,5 menit per laga.
Bacca juga: RANS Simba Bogor Bertengger di Puncak Klasemen IBL 2025
Bandingkan dengan musim sebelumnya saat masih memperkuat Hangtuah Jakarta, di mana ia bisa mencetak 18,9 poin, 9,7 rebound, dan 1,9 assist per game.
Sementara itu, di lini serang, Rans Simba Bogor sebenarnya tampil mengesankan dengan menduduki peringkat kedua dalam offensive rebound, rata-rata 13,8 per game.
Namun, sektor pertahanan masih menjadi Tugas rumah besar bagi pelatih Anthony Garbelotto, mengingat timnya hanya berada di peringkat kesembilan dalam total rebound bertahan (27,7 per game) yang tampaknya, tim ini memerlukan pemain baru yang lebih solid untuk memperkuat lini pertahanan mereka.
Hingga kini, Rans Simba Bogor masih merahasiakan siapa yang akan menggantikan De Thaey. Namun, satu hal yang pasti, mereka membutuhkan pemain yang lebih tangguh dalam bertahan agar bisa bersaing di paruh kedua musim reguler.
(Sumber: Antara)