Terungkap Sosok ‘Raja Jawa’ yang Sebenarnya, Diungkap Bahlil Bisa Bikin Celaka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2024, 11:16
Dedi
Penulis
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Tempat Duduk Alias Singgasana Raja Ilustrasi Tempat Duduk Alias Singgasana Raja (ChatGPT)

Ntvnews.id, Jakarta - Istilah "Raja Jawa" menjadi topik hangat dalam dua hari terakhir. Frasa ini mencuat setelah Bahlil Lahadalia menyebutkannya dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui aklamasai.

Bahlil Lahadalia resmi diangkat sebagai Ketua Umum Partai Golkar setelah hasil Musyawarah Nasional (Munas) XI Golkar yang digelar di JCC, Senayan. Dia menggantikan Airlangga Hartarto yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi tersebut.

Usai terpilih menjadi pemimpin baru Golkar, Bahlil menyampaikan pidato perdananya. Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pidatonya adalah saat ia menyebut sosok 'Raja Jawa.'

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar Periode 2024-2029 <b>(Foto: Youtube Golkar Indonesia)</b> Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar Periode 2024-2029 (Foto: Youtube Golkar Indonesia)

"Jadi kita harus lebih paten lagi, soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu," ujar Bahlil, Rabu, 21 Agustus 2024. 

Namun, siapa sebenarnya sosok yang disebut sebagai Raja Jawa oleh Bahlil Lahadalia?

Bahlil menyebutkan Raja Jawa tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang siapa yang dimaksud. Di sisi lain, ia memperingatkan kadernya untuk tidak bermain-main dalam situasi apa pun dengan Raja Jawa tersebut karena bisa membuat celaka. 

Menanggapi pernyataan itu, politikus senior Partai Golkar Idrus Marham menyatakan bahwa ucapan Bahlil mengenai Raja Jawa hanya sekadar lelucon politik.

Hal ini disebabkan oleh tema pidatonya di forum tersebut yang juga banyak menyinggung isu-isu yang sedang hangat di masyarakat. Meski demikian, publik tetap penasaran dengan istilah yang disampaikan oleh Bahlil.

Ilustrasi Tempat Duduk Alias Singgasana Raja <b>(ChatGPT)</b> Ilustrasi Tempat Duduk Alias Singgasana Raja (ChatGPT)

Beberapa orang bahkan telah berspekulasi dan membuat asumsi sendiri, menyebutkan beberapa nama politikus terkemuka di Indonesia saat ini. 

Pada dasarnya, istilah Raja Jawa bisa dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Salah satu interpretasi yang sederhana adalah dengan mengartikannya sebagai penguasa di Tanah Jawa. Namun, dari sudut pandang politik, sosok raja yang identik dengan kekuasaan dan dominasi ini bisa diartikan sebagai penguasa politik di Indonesia.

Kata 'Jawa' sendiri menunjukkan bahwa orang tersebut menjalankan kekuasaannya dari Tanah Jawa. Jika melihat ke masa lalu, istilah ini pernah digunakan oleh beberapa orang untuk menyebut Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Julukan ini muncul karena besarnya kekuasaan dan pengaruh yang dimilikinya di Indonesia pada masa itu. Di era ini, ada beberapa tokoh yang mungkin layak disebut sebagai 'Raja Jawa'. Mungkin salah satu dari mereka adalah sosok yang dimaksud oleh Bahlil Lahadalia dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum Golkar.

Halaman
x|close