Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani, menyatakan bahwa pertemuan antara Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bisa membuka peluang PDIP untuk bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini diungkapkan Puan saat berbicara kepada media di kawasan Karet Tengsin, Jakarta, Sabtu (21/9).
"Semuanya tidak ada yang tidak mungkin, mungkin saja (gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran)," katanya dikutip dari Antara.
Baca Juga:
Pilot Susi Air Dibebaskan OPM, Susi Pudjiastuti: Kami Bersyukur
Penganiaya Pria yang Dicongkel Matanya Ditangkap
Meski begitu, Puan menyebut bahwa keputusan akhir terkait posisi PDIP akan diketahui setelah pertemuan antara Megawati dan Prabowo terjadi.
"Nanti baru diketahui setelah pertemuan," ujarnya.
Isu mengenai koalisi antara PDIP dan Prabowo-Gibran semakin menguat setelah adanya sinyal pertemuan kedua tokoh tersebut.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (YouTube)
Meskipun demikian, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menekankan bahwa pertemuan ini bukan didasari oleh kepentingan mendapatkan kursi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran. Said menolak anggapan bahwa pertemuan ini berfokus pada posisi strategis di pemerintahan.
"Kalau PDI Perjuangan bertemu kemudian dikasih menteri, atau sebaliknya PDI Perjuangan tidak bertemu, tidak dikasih menteri, ngambek, itu tidak ada ceritanya," katanya.
Said juga menambahkan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo adalah upaya untuk merawat moralitas publik. Menurutnya, kedua pemimpin ini menunjukkan pentingnya moralitas dan etika dalam berpolitik.
"Bertemunya ini untuk menunjukkan ke publik, ke kita semua, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan ini tadi, bahwa sebenarnya politik itu merawat moralitas publik. Wahana merawat moralitas publik. Nah, itu penting bagi kedua pemimpin ini untuk bertemu," ujarnya.