Ntvnews.id, Jakarta - Biasanya setiap orang tua di dunia ini akan selalu dihormati oleh anak yang mereka rawat. Mereka juga selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, tapi kadang mereka tidak sanggup memenuhi keinginan sang anak sampai melakukan hal tak terduga.
Seperti yang terjadi baru-baru ini dalam sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah berlutut untuk meminta maaf kepada sang putri. Hal ini terjadi karena ia tidak mampu untuk membelikan iPhone untuk sang putri yang sudah mengidam-idamkan sejak lama.
Melansir dari South China Morning Post, rekaman tersebut direkam oleh seorang pejalan kaki di Taiyuan, di provinsi Shanxi, Tiongkok tengah, pada tanggal 4 Mei, ketika ia bertemu dengan seorang ayah dan putrinya di jalan, lapor Jinyun dalam video.
Seorang Ayah Berlutut Kepada Anaknya Gegara Ini (South China Morning Post)
Pejalan kaki tersebut, yang bermarga Zhong, mengatakan percakapan keduanya sangat keras sehingga dia dapat dengan jelas mendengar apa yang mereka katakan. Gadis itu tampak berteriak dengan nada keras kepada sang ayah.
“Orang tua lain dapat membelikan anak mereka iPhone. Kenapa kamu tidak punya uang?” ucap gadis tersebut kepada sang ayah.
Setelah mendapat teguran perkataan tersebut, sang ayah sontak saja berlutut dan menggelengkan kepalanya. Hal ini dilakukan oleh pria tersebut sebagai tanda menyalahkan dirinya sendiri atas ketidakmampuan finansial.
"Bangun! Bangunlah dengan cepat!” teriak sang putri, yang tampaknya menganggap kelakuan ayahnya memalukan, menurut video tersebut.
Penjualan iPhone turun 10 persen di tiga bulan pertama 2024
Zhong mengatakan dia berdiri di dekatnya, menyaksikan interaksi mereka selama sekitar lima menit, dan merasa sedih atas ayahnya sambil mengarahkan kemarahannya kepada gadis tersebut.
“Saya bahkan merasakan dorongan untuk menghampirinya dan menamparnya,” ungkap Zhong.
Sontak saja, video tersebut ;langsung viral di media sosial di Tiongkok. Bahkan, video perlakuan anak kepada ayahnya itu sudah dilihat 91 juta kali di Weibo dan enam juta kali di Douyin, dan langsung menjadi perbincangan di negara tersebut.
“Konsumerisme membawa dampak negatif bagi generasi muda. Mereka begitu terobsesi dengan kenyamanan materi namun mengabaikan kesulitan orang tuanya. Ini adalah tragedi sosial!" kata salah satu pengguna di Weibo.