Mantan Pegawai OpenAI Pembuat ChatGPT Ditemukan Tewas Usai Bocorkan Hal Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Des 2024, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas (Freepik/ rawpixel.com)

Ntvnews.id, Washington DC - Seorang mantan karyawan OpenAI yang mengklaim perusahaan tersebut melanggar undang-undang hak cipta dalam pengembangan chatbot ChatGPT ditemukan tewas.

Berita ini dilaporkan oleh CNBC Internasional dan media lainnya. Suchir Balaji meninggal beberapa pekan lalu, dan menurut David Serrano Sewell, direktur eksekutif Kantor Kepala Pemeriksa Medis San Francisco,

"kematiannya dipastikan akibat bunuh diri," seperti yang disampaikan kepada penyiar pada Jumat, 13 Desember 2024.

Baca Juga: 2 Warga China Tewas dalam Gempa Bumi di Vanuatu

Menurut polisi San Francisco, jasad Balaji ditemukan oleh petugas saat melakukan "pemeriksaan kesejahteraan" di apartemennya di Jalan Buchanan pada 26 November.

"Tidak ada bukti tindak pidana yang ditemukan selama penyelidikan awal," kata mereka.

Kematian Balaji terjadi tiga bulan setelah dia secara terbuka menuduh OpenAI melanggar undang-undang hak cipta AS saat mengembangkan model bahasa besar ChatGPT.

Baca Juga: Tragedi Mengerikan di Kaltim! Anggota Polisi Tewas Saat Selidiki Mafia BBM Ilegal

Informasi yang dimiliki pria berusia 26 tahun ini diperkirakan sangat penting bagi sejumlah gugatan hukum yang diajukan terhadap OpenAI oleh penerbit, penulis, dan seniman yang mengklaim perusahaan tersebut menggunakan data mereka tanpa izin.

Menanggapi hal ini, juru bicara OpenAI mengatakan kepada CNBC, "Kami sangat terkejut dan sedih mendengar berita duka ini, dan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terkasih Suchir dalam masa sulit ini."

x|close