Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Rabu, 22 Januari 2025 untuk membahas pagar laut misterius di Tangerang dan Bekasi.
“Kami akan ketemu dengan Kementerian Kelautan Perikanan, rencananya sih besok. Kalau mereka tidak ada sidang kabinet, jadi besok,” kata Titiek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2025.
Titiek meminta pemerintah transparan terkait siapa saja yang terlibat dalam pembangunan pagar tersebut. Dia menilai mustahil pagar itu dibuat oleh nelayan atau muncul tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Dasco: Kata Menteri KKP, Pembongkaran Pagar Laut Tangerang Dilakukan dalam 20 Hari
“Kami dari Komisi IV mendesak pemerintah untuk segera mengetahui dan mengumumkan itu sebenarnya pagarnya punya siapa, siapa yang bikin, siapa yang suruh, siapa yang membiayai?” kata dia.
Titiek juga menganggap alasan bahwa pagar tersebut dibangun oleh nelayan dengan dana yang besar sebagai hal yang tidak masuk akal.
“Ini kan sangat mengada-ada, kalau orang Jawa bilang ngono yo ngono neng yo ojo ngono. Kalau anak-anak bilang enggak gitu-gitu amat kali,” sambungnya.
Baca Juga: Kisruh Pagar Laut, Menteri KKP: Sertifikat di Bawah Laut, Ilegal!
Pada Sabtu, 18 Januari 2025, TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama masyarakat sekitar membongkar pagar laut di kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembongkaran tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, dengan melibatkan 600 orang gabungan anggota TNI AL dan warga setempat.
Menteri KKP Kritik Pembongkaran Pagar Laut oleh TNI AL
Namun, pada Minggu, 19 Januari 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta agar pencabutan pagar laut sepanjang 30 kilometer di Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, ditunda karena proses penyidikan masih berlangsung.
"Pencabutan kan tunggu dulu dong, kalau sudah tahu siapa yang menanam kan lebih mudah (penyidikan)," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali.