Ntvnews.id, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berencana membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi anggota baru TNI. Menurutnya, setiap individu, termasuk disabilitas, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengabdi sebagai prajurit TNI.
Hal tersebut diungkapkan oleh Panglima TNI saat memberikan arahan dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2025 yang digelar di Gor Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 31 Januari 2025.
"Sekarang kepolisian sudah ada pendidikan yang disabilitas, mohon maaf, dijadikan polisi, karena berkaitan nanti dengan penugasannya mungkin nanti Aspes kita juga bisa seperti itu, jadi semua masyarakat punya hak untuk jadi tentara," ucap Agus.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9/2024). (Dok.Antara)
Agus juga menyatakan bahwa akan dibentuk kelompok kerja (Pokja) khusus yang bertugas mengevaluasi proses rekrutmen tersebut. "Apakah TNI perlu juga disabilitas bisa masuk ke TNI, tujuannya dalam rangka mendukung tugas pokok," ujarnya.
Selain itu, Panglima TNI menegaskan bahwa dirinya beserta Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara tidak akan ikut campur terlalu jauh dalam proses rekrutmen prajurit baru.
"Kemudian di bidang pendidikan, terima kasih rekrutmen sudah baik terutama adik-adik kita di Taruna, untuk yang sekarang dididik sama sekali saya dan seluruh kepala staf angkatan tidak cawe-cawe," katanya.
Dia menjelaskan bahwa calon prajurit yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan akan diterima, sementara yang belum memenuhi syarat disarankan untuk mencoba lagi di kesempatan berikutnya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Instagram @91agussubiyanto)
"Jadi saya biarkan saja, yang bagus ya masuk yang tidak bagus ya mungkin mengulang apa kekurangannya," tuturnya.
Panglima TNI juga mengingatkan para orang tua agar tidak terlalu memengaruhi pilihan anak-anak mereka, terutama dalam memilih matra atau bidang tugas di TNI. Menurutnya, peran orang tua sebaiknya hanya memberikan dukungan terhadap minat dan bakat anak.
"Kita biarkan saja anak kita itu berjalan sesuai dengan kriterianya. Jangan kita orang tua cawe-cawe, nanti dia tidak akan jadi apa-apa pak. Kalau mau dijadikan taruna saja bisa, oh jadi letnan, kita semua senang tuh anak kita letnan, tapi feelnya tidak ada," pungkasnya.