Ntvnews.id
"Kami akan menyiapkan rencana untuk membantu perusahaan-perusahaan yang tak bisa menghindar dari dampak buruk (tarif)," kata Choi, sebagaimana dikutip Kantor Berita Yonhap, Selasa 11 Februari 2025.
Pada Senin lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani keputusan untuk mengenakan tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium ke Amerika Serikat.
Baca juga: CIO Korsel Pertimbangkan Interogasi Paksa terhadap Presiden Yoon Suk-yeol
Penjabat Presiden dan Wakil Perdana Menteri Korea Selatan, Choi Sang-mok, menyebut kebijakan ini memicu kekhawatiran akan penurunan keuntungan bagi perusahaan Korea Selatan. Namun, di sisi lain, aturan tersebut juga membuka peluang baru karena menciptakan persaingan yang lebih seimbang antarnegara.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Korea Selatan berencana memperkuat daya saing industri baja dan aluminium dalam negeri.
Selain itu, otoritas Korea Selatan akan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat sebelum tarif baru mulai berlaku pada 12 Maret 2025 untuk memastikan kepentingan negaranya tetap terjaga.
Korsel juga berencana bekerja sama dengan Jepang, Uni Eropa, dan negara lain untuk merumuskan langkah bersama dalam menghadapi kebijakan ini.
(Sumber: Antara)