Ntvnews.id, Tanjung Selor - Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Hary Sudwijanto bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha membesuk enam anggota Polri yang menjadi korban dalam insiden penyerangan di Mapolres Tarakan. Kunjungan tersebut dilakukan di RSUD Jusuf SK, Tarakan, Kalimantan Utara.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar para anggota mendapatkan perawatan yang optimal,” ujar Irjen Pol Hary Sudwijanto dalam keterangan resmi Polda Kaltara yang diterima di Tanjung Selor, Bulungan, Rabu.
Baca Juga : Polres Tarakan Diserang Anggota TNI, Kapolri: TNI-Polri Tetap Solid
Turut mendampingi dalam kunjungan itu, Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan. Rombongan memantau langsung proses penanganan medis yang diberikan kepada para anggota yang tengah dirawat.
Kapolda menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh personel yang menjadi korban akan mendapatkan penanganan terbaik dan dapat segera pulih.
Pada Selasa 25 Febuari lalu, Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Hary Sudwijanto bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengunjungi Mapolres Tarakan untuk memantau kondisi markas setelah insiden penyerangan.
Baca Juga : TNI Benarkan Penyerangan Mapolres Tarakan oleh Oknum Prajurit
Dalam kunjungannya, Kapolda memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Tarakan agar tetap profesional dalam menjalankan tugas dan memastikan pelayanan publik tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
“Kejadian ini telah ditangani secara berjenjang. Saya minta seluruh jajaran untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Tarakan,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan bahwa penyelesaian insiden dilakukan secara terpadu antara TNI dan Polri, dengan komitmen untuk menjaga kondusivitas serta soliditas antarinstansi tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga : Kronologi Lengkap Oknum TNI Serang Polres Tarakan dan Aniaya Polisi
Di Mapolres Tarakan, Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Hary Sudwijanto dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menunjukkan kekompakan dalam menyikapi insiden penyerangan yang terjadi.
Keduanya menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan mengganggu soliditas antara TNI dan Polri.
Kapolda menjelaskan, sejak awal kejadian, Bidang Propam Polda Kaltara bersama POM TNI, Kapolres Tarakan, Dandim, dan Batalyon telah berkoordinasi untuk merumuskan langkah-langkah penyelesaian pascainsiden.
Baca Juga : Oknum TNI Serang Polres Tarakan, Ini Kata Pangdam Mulawarman
Ia juga menyampaikan bahwa Pangdam memberikan dukungan moril untuk memulihkan situasi seperti semula.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat menegaskan bahwa insiden ini tidak akan merusak solidaritas yang telah terjalin antara TNI dan Polri.
Ia memastikan proses pendalaman dan penyelidikan terhadap oknum yang terlibat akan terus dilakukan, dengan penegakan hukum yang berlaku.
(Sumber Antara)