Penjualan Pertamax Merosot Drastis, Buntut Kasus Korupsi Pertamina Patra Niaga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2025, 12:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
SPBU SPBU (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami penurunan drastis. Ini buntut kasus dugaan korupsi yang menjerat Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan. Sebab, menurut Kejaksaan Agung (Kejagung), modus dalam kasus itu ialah mengoplos Pertalite menjadi Pertamax.

Adapun penurunan penjualan Pertamax ini diungkap Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi, dalam rapat dengan PT Pertamina Patra Niaga dan sejumlah produsen BBM dan operator SPBU, pada hari ini.

"Saya tanya juga pada Pertamina terjadi penurunan yang cukup drastis (dari penjualan Pertamax)," ujar Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.

Atas itu, Bambang meminta jangan sampai kasus ini membuat kepercayaan publik terhadap kualitas Pertamax menjadi turun. DPR sendiri, kata dia mendukung penuh proses hukum yang dilakukan Kejagung terhadap kasus yang diperkirakan merugikan keuangan negara Rp 193,7 triliun itu.

"Jangan sampai trust publik atas kasus hukum yang sedang berproses silakan saja, kami sangat mendukung," tuturnya.

Karenanya, guna menjaga kepercayaan publik, ia meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk menjelaskan proses penentuan research octane number (RON) ke masyarakat melalui forum rapat dengan DPR.

"Tapi kami juga ingin publik harus tahu, bagaimana penentuan RON itu," ucap Bambang.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan sebagai tersangka korupsi. Modus dugaan korupsi yang menjerat Riva ialah dengan mengoplos BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax. Akibatnya, negara merugi hingga sebesar Rp 193,7 triliun.

Selain Riva, ada enam orang lainnya lain yang turut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Mereka antara lain Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi (YF); SDS selaku Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional; serta AP selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.

Kemudian, MKAR selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa; DW selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim; dan GRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

 

x|close