Kemenag Berbagi Praktik Baik Strategi Rawat Kerukunan di KTT Muslim-Buddhist

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Feb 2025, 06:36
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Menag Nasaruddin Umar Menag Nasaruddin Umar (IG Nasaruddin Umar)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia sebagai negara majemuk, di mana penduduknya memiliki multikultural dan religi, terus berupaya menjaga harmoni dan kerukunan bangsa. Kementerian Agama (Kemenag) memiliki peran penting dalam menjawab tantangan harmoni umat beragama. Setidaknya ada empat strategi yang telah dilakukan untuk menjaga harmoni tersebut.

Empat strategi tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin saat menyampaikan pidato utama dalam gelaran KTT Muslim-Budhist yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (27/2/2025). Turut diundang dalam gelaran KTT tersebut tidak kurang dari 38 negara, baik dari kawasan Asia, Eropa dan Timur Tengah, termasuk beberapa delegasi dari Indonesia yang sebagian besar merupakan perwakilan ormas Islam, seperti MUI, PBNU, PP. Muhammadiyah dan beberapa kalangan akademisi dari perguruan tinggi keagamaan.

“Tantangan harmoni umat beragama, terutama di tengah dinamika masyarakat multikultural dan multiagama, juga di era teknologi digital sering memicu residu dan berita hoax. Ini mudah menyulut konflik keumatan. Karenanya, kami melakukan beberapa strategi,” ungkap Sekjen Kamaruddin Amin yang hadir mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Strategi pertama yang dilakukan adalah penguatan kelembagaan dialog lintas agama. “Di Indonesia, misalnya ada Forum Keurukunan Umat Beragama (FKUB) yang berfungsi mengelola harmoni dan dialog lintas agama,” ungkap Kamaruddin.

Kedua, melihat demografi yang makin banyak diisi oleh pemuda milenial dan gen-Z, diperlukan pengembangan program pertukaran pemuda lintas agama untuk menanamkan semangat toleransi dan kolaborasi sejak dini. “Di Indonesia, kita melakukan dialog pemuda lintas agama. Di tingkat regional, ada pula dialog lintas agama ASEAN yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa sebagaimana yang dilakukan dalam forum MABIMS,” sambungnya.

Strategi ketiga yang dilakukan adalah peningkatan kerja sama antarnegara, khususnya dalam konteks ini, dengan negara-negara Muslim dan Buddha. Menurut Kamaruddin, penting untuk berbagi pengalaman dalam membangun toleransi dan kerukunan sosial, apalagi lanskap demografi dan kehidupan beragama di Indonesia dan Kamboja cukup unik.

“Di Indonesia, umat Buddha merupakan minoritas di tengah mayoritas Muslim. Di Kamboja, umat Muslim merupakan minoritas di tengah mayoritas Buddha. Tentu saja, berbagi pengalaman sangat penting dan kontekstual untuk penguatan kerukunan dan sinergitas,” kata Kamaruddin.
Strategi terakhir dalam menghadapi tantangan harmoni umat beragama adalah memberdayakan komunitas agama setempat, dengan mendukung inisiatif lintas agama dalam membangun dialog dan kerja sama lintas agama. Misalnya, membentuk yayasan lintas agama yang bergerak dalam pengembangan ekonomi umat atau menangani isu-isu kemanusiaan, seperti kemiskinan dan masalah lingkungan.

Kamaruddin mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang menggalakkan penanaman pohon oleh komunitas agama secara nasional, untuk mengatasi perubahan iklim. “Jika kita dapat bersama-sama memulai langkah konkrit seperti itu, kami yakin perbedaan agama akan menjadi pengikat dan bukan pemisah. Energi umat akan sangat produktif bagi semua komunitas agama, daripada melihat perbedaan antar agama, atau lebih jauh membandingkannya, yang justru dapat mengundang konflik,” tandas Kamaruddin.

Kamaruddin menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menjawab tantangan harmoni umat beragama. “Pemerintah juga perlu memberi ruang bagi peran aktif tokoh agama dalam inisiatif pembangunan,” tutur Kamaruddin.

“Kolaborasi ini dimungkinkan oleh penyelenggaraan acara semacam ini, yaitu Muslim-Buddha Summit 2025,” sambungnya. Turut menghadiri acara pembukaan KTT perwakilan diplomat dari mancanegara, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto dan beberapa tokoh lintas agama.

Tags

x|close