Mantan Menteri PU Rozik Boedioro Soetjipto Meninggal Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2025, 11:06
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto. Mantan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) dalam Kabinet Persatuan Nasional periode 1999–2000, Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto, meninggal dunia pada Senin, 24 Maret 2025.

Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan kabar ini melalui akun Instagram resminya, @kementerianpu, pada Selasa 25 Maret 2025.

"Turut berduka cita atas berpulangnya Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto (20 Agustus 1943 – 24 Maret 2025), Menteri Negara Pekerjaan Umum Kabinet Persatuan Nasional (1999–2000)." tulis akun resmi Kementerian PU.

Baca Juga: Legenda Tinju George Foreman Meninggal Dunia

Dalam unggahan tersebut, Kementerian PU juga menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Rozik dalam pembangunan negeri.

"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian beliau bagi pembangunan negeri. Semoga amal bakti beliau selama hidup menjadi ladang pahala dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya." lanjutnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kementerian PU (@kementerianpu)

Rozik Boedioro Soetjipto adalah figur yang dikenal luas dalam dunia teknik sipil dan pertambangan. Sebelum menjabat sebagai Menteri PU, ia memiliki karier cemerlang di Departemen Energi dan Pertambangan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pertambangan Umum pada periode 1998-1999, posisi yang strategis dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Selepas menjadi Menteri PU, Rozik semakin menancapkan kiprahnya di industri pertambangan. Pada tahun 2000, ia ditunjuk sebagai salah satu Komisaris Freeport Indonesia. Kariernya di Freeport terus menanjak hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, menggantikan Armando Mahler.

Jabatannya berakhir pada 2015, saat ia digantikan oleh Maroef Sjamsuddin, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

x|close