Ntvnews.id, Palestina - Gaza kembali berduka setelah ditemukannya jasad 15 petugas medis Palestina yang tewas dalam serangan pasukan Israel di Gaza selatan.
Jasad mereka, bersama dengan ambulans yang hancur, ditemukan terkubur dalam kuburan massal yang diduga dibuat menggunakan buldoser militer Israel.
Melansir dari APNews, Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa para korban merupakan tenaga medis dan responden darurat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Kendaraan dan seragam mereka telah ditandai dengan jelas sebagai bagian dari misi medis. Organisasi tersebut menuduh pasukan Israel melakukan pembunuhan secara brutal terhadap mereka.
Sebaliknya, pihak militer Israel mengklaim bahwa pasukannya menembak kendaraan yang mendekat dengan cara yang mencurigakan dan tidak memiliki identitas yang jelas.
Pernyataan ini menuai kecaman luas, mengingat para korban adalah tenaga medis yang berperan dalam menyelamatkan nyawa di tengah konflik.
Kondisi Gaza akibat serangan Israel (Antara)
Di antara korban tewas, delapan di antaranya merupakan pekerja dari Bulan Sabit Merah Palestina, enam lainnya adalah anggota unit darurat Pertahanan Sipil Gaza, dan satu orang adalah staf dari UNRWA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menyatakan bahwa ini adalah serangan paling mematikan terhadap personel kemanusiaan mereka dalam delapan tahun terakhir.
Sejak perang di Gaza dimulai sekitar 18 bulan yang lalu, PBB mencatat bahwa lebih dari 100 pekerja Pertahanan Sipil dan lebih dari 1.000 tenaga medis telah kehilangan nyawa akibat serangan Israel.
Angka ini mencerminkan besarnya dampak konflik terhadap layanan kesehatan dan upaya kemanusiaan di wilayah tersebut.