Ntvnews.id, Myanmar - Tim pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) China pada Senin, 31 Maret 2025 pagi menyelamatkan seorang ibu hamil dan anak balita yang menjadi korban gempa bumi di Kota Mandalay, Myanmar.
Tim SAR China dan tim penyelamat sipil Ramunion Rescue bekerja sama dalam misi penyelamatan tersebut, kata Yue Xin, ketua regu dari Tim SAR China, kepada Xinhua di lokasi penyelamatan yang terletak di sebuah area permukiman di Mandalay.
Menurut Yue, tim penyelamat China harus menghadapi sejumlah gempa susulan selama misi penyelamatan tersebut.
Gempa bermagnitudo 7,7 yang melanda Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025 pekan lalu menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tempat korban berhasil diselamatkan, tambahnya.
"Kami berharap dapat membawa harapan bagi lebih banyak orang di sini," ujar Yue.
Tim SAR China menemukan seorang korban selamat lainnya di Mandalay pada Senin. Tim tersebut tiba di kota itu pada Minggu, 30 Maret 2025.
Meski harus menghadapi berbagai tantangan seperti area kerja yang terbatas, gempa susulan yang sering terjadi, kobaran api dari sisa kebakaran, dan kepulan asap tebal, tim penyelamat lokal dan internasional tetap berlomba dengan waktu, berharap dapat menyelamatkan lebih banyak orang seiring dengan semakin dekatnya batas waktu penyelamatan gempa selama 72 jam.