Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah kejadian yang melibatkan ambulans desa di Kompa, Sukabumi, menarik perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi saat libur Lebaran. Kepala Desa Kompa, Yulianti, menepis tudingan tersebut dan menegaskan bahwa ambulans tidak digunakan untuk berlibur.
Yulianti membenarkan bahwa ambulans desa memang digunakan oleh salah satu warga. Namun, tujuan penggunaannya bukan untuk berwisata, melainkan untuk mengunjungi anggota keluarga yang tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
"Setelah kami klarifikasi, ternyata ambulans tersebut tidak dipakai untuk wisata, melainkan mengantar warga kami yang tidak mampu ke lapas untuk menjenguk keluarganya," jelas Yulianti dalam keterangan resminya yang dilansir Rabu, 2 April 2025.
View this post on Instagram
Sebelumnya, ambulans tersebut sempat diberhentikan oleh pihak kepolisian pada Selasa, 1 April 2025 lantaran diduga digunakan untuk perjalanan wisata. Namun, Yulianti menyatakan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Masalahnya sudah selesai," kata Yulianti.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Yulianti juga memberikan pernyataan resmi melalui sebuah video yang beredar. Dalam video tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat insiden tersebut.
"Saya Kepala Desa Kompa memohon maaf atas segala kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan staf kami, yaitu sopir ambulans," ujarnya dalam rekaman tersebut.