Ntvnews.id, Cianjur - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur mengeluarkan larangan bagi wisatawan untuk berenang di pantai selatan Cianjur.
Larangan ini diberlakukan mengingat potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih mengancam. Kebijakan ini diambil demi keselamatan wisatawan yang memadati kawasan pantai selama libur Lebaran.
Pantai selatan Cianjur, yang mencakup Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta, tetap menjadi tujuan wisata utama saat libur Lebaran.
Ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar Cianjur, seperti dari Bandung dan Garut, memanfaatkan momen liburan untuk menikmati keindahan pantai ini.
Namun, tingginya gelombang laut dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat aktivitas berenang di pantai menjadi sangat berbahaya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pantai selatan Cianjur masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem dan gelombang tinggi hingga akhir April.
Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk tidak berenang maupun bermain air di tepi pantai guna menghindari risiko kecelakaan.
"Imbauan ini guna menghindari hal yang tidak diinginkan wisatawan terbawa gelombang, berbagai upaya antisipasi dilakukan agar dapat berwisata dengan aman dan nyaman," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur Asep Suparman, dikutip dari Antara.
Sebagai langkah preventif, Disbudpar Cianjur telah berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata, aparat TNI/Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur untuk menempatkan petugas di berbagai titik pantai. Petugas akan melakukan pengawasan ketat serta mengimbau wisatawan agar mematuhi aturan demi keselamatan mereka.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menyatakan bahwa selama libur Lebaran 2025, sekitar 50 petugas dan relawan dikerahkan untuk meningkatkan pengawasan di area wisata, khususnya di sepanjang pantai selatan.
Mereka bertugas memberikan informasi serta memperingatkan wisatawan mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh gelombang tinggi.
Selain itu, sebagai langkah antisipatif, pihak berwenang juga melarang sementara nelayan untuk melaut demi menghindari risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi. Papan peringatan telah dipasang di sejumlah titik strategis di kawasan wisata agar pengunjung memahami dan mematuhi imbauan ini.