Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Temukan 16 Granat Aktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2025, 15:30
thumbnail-author
Katherine Talahatu
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penemuan amunisi peluru dan granat oleh penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Penemuan amunisi peluru dan granat oleh penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Resor Flores Timur mengungkapkan bahwa penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah menemukan 16 granat aktif. 

“Masih aktif sehingga diamankan di bunker sementara waktu,” kata Kasubsi PIDM SiHumas Polres Flores Timur, Iptu Anwar Sanusi pada Rabu, 2 April 2025. 

Pernyataan ini disampaikan terkait penemuan 16 granat dan ratusan peluru oleh penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki saat mereka menggali lubang untuk tangki septik pada Selasa, 1 April 2025.

Iptu Anwar Sanusi menyatakan bahwa granat-granat tersebut saat ini diamankan di bunker sementara, menunggu kedatangan tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda NTT dari Kupang untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Benda Mencurigakan Mirip Granat Ditemukan di Bekasi, Polisi Segera Amankan Lokasi

Ia juga menambahkan bahwa penemuan granat dan 393 peluru itu terjadi di lokasi hunian sementara bagi para pengungsi erupsi, yang dibangun oleh pemerintah pusat di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menjelaskan bahwa granat yang masih aktif tersebut sementara dipindahkan ke area kosong di sebuah kebun dan disimpan dalam sebuah bunker yang jauh dari pemukiman untuk memastikan keamanan. 

“Lokasi bungker yang dibuat jauh dari pemukiman. Sementara amunisi berupa peluru diamankan di posko pengamanan TNI - POLRI di Huntara Konga,” tambah dia. 

Granat yang ditemukan merupakan tipe 97, dengan panjang sekitar 3,78 inci (9,6 cm) dan berat 65 gram (2,3 ons).

Kapolres juga menyebutkan bahwa berdasarkan bentuk granat tersebut, besar kemungkinan granat ini merupakan peninggalan dari Perang Dunia II.

(Sumber: Antara) 

x|close