Anggota Parlemen AS 25 Jam Kritik Donald Trump Tanpa henti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 08:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Donald Trump Donald Trump (Instagram)

Ntvnews.id, Washington DC - Anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Cory Booker, berhasil memecahkan rekor pidato terpanjang dalam sejarah Senat AS. Dia berdiri selama lebih dari 25 jam untuk mengungkapkan protes keras terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dianggapnya bertentangan dengan konstitusi.

Dilansir dari AFP, Rabu, 3 Maret 2025, Booker terus berdiri untuk memastikan kesempatan berbicaranya tetap ada. Dia bahkan menahan diri untuk tidak pergi ke kamar mandi agar tidak kehilangan kesempatan berbicara.

Rekor pidato terpanjang yang tercatat sebelumnya adalah milik Strom Thurmond dari Carolina Selatan, yang melakukan filibuster selama 24 jam dan 18 menit untuk menentang Undang-Undang Hak Sipil tahun 1957. Filibuster adalah tradisi perdebatan panjang tanpa batas waktu untuk mencegah pemungutan suara di Senat AS.

Booker, yang merupakan senator kulit hitam keempat yang dipilih secara populer, akhirnya melampaui rekor Thurmond. Suaranya tetap kuat meskipun emosional ketika dia mencapai waktu 25 jam 5 menit.

Baca Juga: Trump Rilis Daftar 58 Negara yang Dituding Hambat Perdagangan AS, Ada Indonesia

"Rekor Strom Thurman selalu benar-benar membuat saya kesal. Pidato terpanjang di lantai Senat kita yang agung itu adalah pidato seseorang yang mencoba menghentikan orang-orang seperti saya untuk masuk Senat," ujarnya kepada penyiar MSNBC.

Semakin banyak anggota parlemen Demokrat yang bergabung di ruang Senat ketika momen pemecahan rekor semakin dekat, meskipun mayoritas anggota Partai Republik tidak hadir.

"Ini adalah momen moral. Ini bukan tentang kiri atau kanan. Ini tentang benar atau salah," kata Booker saat mengakhiri pidatonya.

Dia juga mengutip mentornya, John Lewis, pemimpin gerakan hak-hak sipil pada 1960-an, yang selalu mengingatkan para pegiat untuk terlibat dalam 'masalah yang baik'. Booker, yang berusia 55 tahun dan berasal dari New Jersey, juga sempat bercanda saat memecahkan rekor.

"Saya ingin melewati ini sedikit dan kemudian saya akan mengatasi beberapa urgensi biologis yang saya rasakan," katanya.

Meskipun pidatonya tidak menghalangi Partai Republik, yang merupakan mayoritas, untuk mengadakan pemungutan suara di Senat, seperti dalam filibuster yang sebenarnya, aksinya segera menjadi titik berkumpulnya para Demokrat yang merasa terpojok. Booker memulai pidatonya pada Senin, 31 Maret 2025 sekitar pukul 7 malam waktu setempat dan menyelesaikannya pada Selasa, 2 April 2025 sekitar pukul 8 malam waktu setempat.

Baca Juga: Donald Trump Ungkap Banyak yang Minta Dirinya Maju 3 Priode

Selama pidatonya, Booker mengkritik kebijakan pemotongan anggaran Trump yang menyebabkan penasihat utamanya, Elon Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, memangkas seluruh program pemerintah tanpa persetujuan Kongres. Senator ini menyebutkan bahwa perebutan kekuasaan eksekutif yang semakin besar oleh Trump telah mengancam demokrasi AS.

"Kesulitan yang tidak perlu ditanggung oleh warga Amerika dari semua latar belakang. Dan lembaga-lembaga yang istimewa di Amerika, yang berharga dan yang unik di negara kita, secara sembrono, dan saya katakan bahkan secara tidak konstitusional, dipengaruhi, diserang, bahkan dihancurkan," ujar Booker.

"Hanya dalam 71 hari presiden Amerika Serikat telah menimbulkan begitu banyak kerugian pada keselamatan, stabilitas keuangan, fondasi inti demokrasi kita," lanjutnya.

Booker juga menyampaikan kata-kata penyemangat bagi para penentang Trump, mengatakan bahwa kekuatan rakyat lebih besar daripada orang-orang yang berkuasa.

Setelah pidato selesai, Booker menjelaskan bagaimana dia mengatur fisiknya. Dia mengaku berhenti makan dan minum sebelum pidato dimulai.

"Strategi saya adalah berhenti makan. Saya pikir saya berhenti makan pada hari Jumat dan kemudian berhenti minum pada malam sebelum saya mulai pada hari Senin," katanya kepada wartawan di Capitol.

Dia mengaku bahwa hal ini mengurangi kebutuhan untuk pergi ke toilet, tetapi mengakibatkan kram dan dehidrasi.

Sebagai anggota parlemen Demokrat yang merupakan minoritas di Senat dan DPR, Booker telah berjuang keras untuk melemahkan upaya Trump dalam merampingkan pemerintahan dan meningkatkan deportasi. Pidatonya sebagian besar berfokus pada kritik terhadap kebijakan Trump, tetapi untuk mengisi waktu, dia juga membacakan puisi, membahas olahraga, dan menjawab pertanyaan dari rekan-rekannya.

"Jika Anda mencintai tetangga Anda, jika Anda mencintai negara ini, tunjukkan cinta Anda. Hentikan mereka dari melakukan apa yang mereka coba (lakukan)," ujarnya.

x|close