AS Jual Jet Canggih ke Negara Tetangga Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 07:04
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Jet tempur F-16 buatan AS. Ilustrasi - Jet tempur F-16 buatan AS. (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Amerika Serikat (AS) telah memberikan persetujuan untuk penjualan potensial 20 jet tempur F-16 ke Filipina.

Penjualan ini akan memberikan peningkatan signifikan pada angkatan udara Filipina, sekutu utama AS di kawasan Indo-Pasifik, beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berjanji untuk menanggapi apa yang dianggapnya sebagai agresi dari China.

Dilansir dari CNN Internasional, Kamis, 3 Maret 2025, badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) mengumumkan proposal penjualan jet F-16 dan peralatan terkait ke Filipina, dengan perkiraan nilai transaksi mencapai USD 5,58 miliar atau sekitar Rp 93 triliun.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan mitra strategis yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik, perdamaian, dan kemajuan ekonomi di Asia Tenggara," ujar DSCA dalam pernyataannya.

Baca Juga: Ngeri, Jet Tempur Korea Selatan Jatuhkan Bom di Wilayahnya Sendiri

DSCA menjelaskan bahwa Manila telah mengajukan permintaan untuk membeli 16 unit F-16C, jet tempur berkursi tunggal dan bermesin tunggal, serta empat F-16D, yang merupakan jet berkursi ganda yang biasanya digunakan untuk pelatihan.

F-16 adalah varian terbaru blok 70/72 dari pesawat tempur utama milik AS yang telah beroperasi dengan Angkatan Udara AS sejak akhir 1970-an.

Lockheed Martin, produsen F-16, menyatakan bahwa jet F-16 terbaru ini merupakan pesawat tempur generasi keempat yang paling canggih di dunia, dengan masa pakai struktural lebih dari 12.000 jam. F-16, bersama dengan avionik, radar, dan persenjataan canggih yang terintegrasi dalam kesepakatan ini, memberikan peningkatan signifikan pada armada tempur Angkatan Udara Filipina.

Saat ini, Filipina hanya memiliki 12 jet tempur FA-50 buatan Korea Selatan, yang lebih ringan dan difokuskan pada serangan darat. F-16 memiliki kecepatan tertinggi lebih dari 1.500 mil per jam, atau sekitar 350 mph lebih cepat dibandingkan dengan FA-50.

Pengumuman ini datang kurang dari seminggu setelah kunjungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ke Filipina, yang merupakan perjalanan pertamanya ke Asia sebagai kepala pertahanan. Dalam kunjungannya, Hegseth menyatakan bahwa Washington akan memperkuat aliansi militernya dengan Manila, yang difokuskan untuk mencegah dan melawan agresi China di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Geger Singapura Kirim 2 Jet Tempur Gegera Hal Mengerikan Ini

China kemudian memberikan peringatan kepada Filipina mengenai kesepakatan ini. Menurut China, kerja sama pertahanan Filipina dengan AS tidak boleh merugikan atau mengancam keamanan negara lain.

"Kerja sama pertahanan dan keamanan apa pun yang dilakukan Filipina dengan negara lain tidak boleh menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun, juga tidak boleh mengancam perdamaian dan keamanan regional atau meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Mengenai siapa yang mengobarkan api, siapa yang memprovokasi konfrontasi militer, dan siapa yang mengubah Asia menjadi tong mesiu, kami yakin bahwa negara-negara regional dapat melihat situasi dengan jelas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

Filipina telah berada di garis depan menghadapi sikap agresif China yang semakin meningkat di Asia. Beijing terus berusaha menegaskan klaimnya atas sebagian besar Laut China Selatan, meskipun ada keputusan internasional yang menolak klaim tersebut.

AS telah berkomitmen untuk mengirimkan kemampuan militer canggih tambahan ke Filipina sebagai sekutunya. AS juga berjanji untuk meningkatkan interoperabilitas dalam operasi militer tingkat tinggi dan memprioritaskan kerja sama industri pertahanan.

x|close