Ntvnews.id, Tokyo - Jumlah kasus gastroenteritis menular yang dipicu oleh norovirus dan patogen lainnya saat ini mengalami peningkatan drastis di Jepang, bahkan mencapai angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Dilansir dari Japan Today. ,Kamis, 3 April 2025, Institut Penyakit Menular Nasional mencatat sebanyak 34.609 kasus norovirus.
Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan.
"Orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, terutama anak-anak dan orang tua, harus berhati-hati dalam memasak makanan yang perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum memakannya," jelasnya.
Baca Juga: Warga Jepang Dekat Pulau Taiwan Diwacanakan untuk Evakuasi, Kenapa?
Infeksi gastroenteritis akibat norovirus dapat menyebabkan muntah serta diare berulang, yang umumnya membaik dalam satu hingga dua hari.
Meski demikian, infeksi ini berisiko menyebabkan dehidrasi pada anak kecil dan lansia, yang bisa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Norovirus dapat menyebar melalui konsumsi tiram yang terkontaminasi atau melalui partikel dari muntahan kering penderita yang terinfeksi. Virus ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan sering menyebar di tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, serta sekolah.