Ntvnews.id, Jakarta - Pada hari ketiga libur Lebaran 2205, tiga wisatawan dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pangandaran dan Garut. Hingga saat ini, keberadaan mereka masih belum diketahui.
Sedangkan di Kabupaten Garut, seorang wisatawan bernama Muhamad Ridwan (11) mengalami musibah di Curugan Pantai Sayang Heulang, Desa Mancagahar, Kecamatan Cikelet.
Berdasarkan laporan yang diterima, korban tengah berenang bersama dua temannya ketika tiba-tiba terpeleset ke area palung laut. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ini menyebabkan korban terseret arus hingga tenggelam.
Sementara itu, dua wisatawan lainnya dilaporkan hilang di kawasan Pantai Pangandaran. Tim SAR Gabungan telah berupaya mencari Suhendar (19) dan Dede Sulaiman (15), yang terseret ombak di Pantai Barat Pangandaran. Hingga kini, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.
Kantor SAR Bandung menerima laporan mengenai insiden ini, di mana Suhendar diketahui tenggelam di Pos 4 Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di depan Hotel Sandaan, pada Selasa, 1 April 2025 sekitar pukul 14.40 WIB. Sementara itu, Dede Sulaiman dilaporkan tenggelam sehari setelahnya, Rabu, 2 April 2025, di sekitar Pos 5 Pantai Barat Pangandaran.
Komandan Tim Rescue Pangandaran, Edwin, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat para korban berenang bersama lima orang temannya. Mereka berenang terlalu jauh ke tengah laut hingga akhirnya dihantam ombak besar dan terseret arus sekitar pukul 07.00 WIB.
“Kejadian bermula saat korban tengah berenang bersama 5 orang temannya namun berenang terlalu tengah laut dan dihantam ombak hingga terseret arus sekitar pukul 07.00 WIB,” kata Edwin dalam keterangan resminya yang dilansir Kamis, 3 April 2025.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban. Namun, berdasarkan kondisi teknis di lapangan, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada sore hari dan dijadwalkan dilanjutkan keesokan harinya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Pos SAR Pangandaran, Polairud Pangandaran, Balawista Pangandaran, SAR Barakuda, serta Tagana Kabupaten Pangandaran. Tim gabungan terus berupaya mencari para korban dengan mengerahkan berbagai peralatan dan tenaga penyelamat guna menemukan mereka secepat mungkin.