Keluarga Desak TNI AL Selidiki Cairan Mirip Sperma di Kelamin Korban Pembunuhan Jurnalis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2025, 16:14
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kuasa Hukum, Muhamad Pazri (tengah) mewakili keluarga korban pembunuhan Jurnalis Kalsel memberikan keterangan usai memenuhi panggilan penyidik yang kedua kali di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Kalimatan S Kuasa Hukum, Muhamad Pazri (tengah) mewakili keluarga korban pembunuhan Jurnalis Kalsel memberikan keterangan usai memenuhi panggilan penyidik yang kedua kali di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, Kalimatan S (Antara/Tumpal Andani Aritonang)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus pembunuhan J (23), seorang jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih menyisakan banyak tanda tanya. Meskipun seorang anggota TNI Angkatan Laut telah diamankan sebagai tersangka, keluarga korban mengungkap fakta terbaru terkait kejadian tragis ini.

Keluarga korban menyoroti temuan mencurigakan saat autopsi, yakni adanya cairan putih yang diduga sperma serta luka lebam pada area kemaluan korban. Mereka meminta penyidik dari Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI AL (Denpomal) Banjarmasin untuk menyelidiki lebih dalam temuan tersebut.

"Saat autopsi, dokter forensik mengizinkan pihak keluarga untuk menyaksikan, ini murni pembunuhan. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah temuan cairan putih (sperma) di rahim korban dengan volume cukup banyak, terdapat juga luka-luka, ini harus didalami," kata kuasa hukum keluarga korban, Muhamad Pazri, dilansir Kamis, 3 April 2025.

Dalam upaya mengungkap kebenaran, pihak keluarga meminta agar sampel cairan putih tersebut diperiksa di laboratorium forensik yang lebih lengkap di Surabaya atau Jakarta, mengingat fasilitas di Kalimantan Selatan masih terbatas. Mereka berharap uji DNA dapat mengungkap apakah cairan tersebut berasal dari tersangka Kelasi Satu J atau ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

"Volume cairan putih di area kemaluan cukup banyak, ada apa ini? Apakah mungkin pelaku lebih dari satu atau seperti apa, nanti penyidik yang mendalami dan mengungkap fakta ini," tuturnya.

Pazri menegaskan pentingnya pengujian forensik untuk mendapatkan bukti ilmiah yang akurat. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa sampel cairan putih telah diambil oleh dokter forensik, namun keputusan untuk mengirimnya ke laboratorium di luar daerah masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Selain itu, keluarga korban telah menyerahkan bukti tambahan berupa foto dan rekaman video kepada penyidik. Bukti tersebut menunjukkan adanya indikasi kekerasan seksual sebelum korban dibunuh.

"Kami juga telah menyerahkan bukti foto dan rekaman video kepada penyidik, yang mengindikasikan terduga pelaku melakukan kekerasan seksual sebelum menghabisi nyawa korban," tutur Pazri.

Hingga pemeriksaan kedua terhadap keluarga korban dilakukan, pihak Denpomal Banjarmasin masih belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini.

x|close