Ntvnews.id
"Dampaknya akan berskala global. Rantai perdagangan lama akan terputus, tetapi rantai perdagangan baru akan muncul. Kami akan mengenakan tarif timbal balik (reciprocal tariff) terhadap barang-barang dari AS," ungkap Medvedev. tulis Medvedev di Telegram.
Baca juga: Pesawat Militer Rusia Dekati Wilayah Jerman
Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Rusia tetap mampu mempertahankan pertumbuhan yang kuat meskipun menghadapi sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa akibat krisis Ukraina.
"Ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 3 persen pada kuartal pertama 2025," kata Medvedev.
(Sumber: Antara)