Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, memastikan keamanan tim nasional Bahrain dalam pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Indonesia, yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret.
Sebelumnya, Menpora Dito bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Bahrain untuk Indonesia, Ahmed Abdullah Alharmasi Alhajeri, di Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas pengamanan timnas Bahrain, menyusul kekhawatiran berbagai pihak di Bahrain akibat tekanan yang sempat mereka terima dari warganet.
Baca Juga: Bertemu Dubes Bahrain, Dito Ariotedjo Ungkap Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
"Mereka (Kedutaan Besar Bahrain) memang ada permintaan pengamanan, tapi tidak ada baracuda yang saya rasa juga tidak perlu. Saya yakin suporter timnas (Indonesia) dan masyarakat Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah yang baik," kata Dito Ariotedjo, Rabu 12 Maret 2025.
Menpora Dito menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Bahrain memberikan respons positif terkait jaminan keamanan yang akan diterima timnas Bahrain selama bertanding di Jakarta.
"Pertemuannya hanya ingin memastikan saja dan ingin jaminan. Juga federasi kita, PSSI bersama federasi Bahrain komunikasi juga sangat baik," ujar Dito
Baca Juga: Menpora Optimistis! Emil, Joey, dan Dean Siap Perkuat Timnas
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya mengumumkan bahwa tiket pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia dan Bahrain, yang akan berlangsung pada 25 Maret, telah terjual habis.
Laga melawan Bahrain menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh penggemar timnas Indonesia, terutama setelah pertemuan sebelumnya pada Oktober 2024 berakhir dengan hasil imbang 2-2 di Bahrain.
Baca Juga: Joey, Dean dan Emil Selangkah Lagi Perkuat Timnas Indonesia!
Pada pertandingan tersebut, beberapa keputusan wasit Ahmed Al Kaf dianggap menguntungkan tim tuan rumah, termasuk tambahan waktu yang cukup panjang hingga Bahrain berhasil menyamakan kedudukan.
Akibatnya, akun resmi Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) serta para pemain Bahrain menjadi sasaran serangan warganet Indonesia.
(Sumber: Antara)