Bikin Mobil Rusak! Ini Bahaya Mengisi Bensin Reguler untuk Kendaraan yang Butuh BBM Beroktan Tinggi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2025, 14:41
thumbnail-author
Akbar Mubarok
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina Ilustrasi Pom Bensin Pertamina (Pertamina)

Ntvnews.id, Jakarta - Saat berada di pom bensin, Anda mungkin melihat bahwa harga bensin reguler lebih terjangkau dibandingkan bensin premium, Namun, apakah penggunaan bensin reguler pada kendaraan yang dirancang untuk bahan bakar premium benar-benar menjadi masalah?.

Meski situasi ini sering dialami banyak pengemudi, penting untuk memahami risiko yang dapat timbul akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.

Dikutip dari situs Lambert Oil, Rabu 26 Febuari 2025, berikut seputar bahan bakar dan membantu Anda memilih opsi terbaik bagi kendaraan Anda.

Baca Juga: Apa Itu RON Dalam Bahan Bakar Kendaraan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berikut yang akan terjadi jika Anda memilih bensin reguler untuk mobil yang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi:

1. Memahami Angka Oktan: Alasan Mobil Premium Membutuhkan Bahan Bakar Premium

Bensin premium memiliki angka oktan lebih tinggi, biasanya antara 91 hingga 93, sedangkan bensin reguler umumnya beroktan 87. Angka oktan ini menunjukkan seberapa besar ketahanan bahan bakar terhadap "knocking" atau pembakaran dini di mesin.

Mobil premium dengan mesin berperforma tinggi dirancang untuk memerlukan bahan bakar beroktan tinggi guna mencegah knocking.

Jika menggunakan bensin reguler, risiko terjadinya knocking meningkat, yang dapat menurunkan performa dan efisiensi mesin. Oleh karena itu, bahan bakar premium sangat penting untuk menjaga kinerja optimal dan umur panjang mesin pada kendaraan berperforma tinggi.

Baca Juga : Studi Menunjukkan Kendaraan Listrik Memiliki Keandalan dan Umur Pakai Setara Mobil Bensin

2. Potensi Knocking Mesin dan Kerusakan Jangka Panjang

Mengisi mobil premium dengan bensin reguler yang beroktan lebih rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya knocking, terutama saat akselerasi berat.

Knocking terjadi ketika bahan bakar terbakar sebelum waktunya, menghasilkan suara ketukan pada mesin. Meski penggunaan sesekali mungkin tidak langsung merusak, pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan keausan mesin, penurunan tenaga, dan berkurangnya efisiensi bahan bakar.

Dengan tetap menggunakan bensin premium, Anda dapat menjaga performa kendaraan sekaligus menghindari biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari.

Baca Juga : Uji 1.000 Km di Musim Dingin, Kendaraan Listrik Tunjukkan Kemampuan Setara Mobil Bensin

3. Penurunan Efisiensi dan Tenaga Mesin

Mesin yang dirancang untuk bahan bakar premium disetel agar pembakaran berlangsung optimal dengan oktan tinggi.

Jika menggunakan bensin reguler, proses pembakaran bisa menjadi tidak sempurna, yang berdampak pada penurunan efisiensi bahan bakar dan tenaga mesin.

Akibatnya, Anda mungkin merasakan akselerasi yang kurang mulus atau harus lebih sering mengisi bahan bakar karena konsumsi yang meningkat. Untuk kendaraan berperforma tinggi, menjaga efisiensi mesin sangatlah penting, sehingga penggunaan bensin premium menjadi investasi yang sepadan.

4. Dampak Terhadap Emisi

Penggunaan bensin reguler pada mobil premium dapat meningkatkan emisi gas buang. Pembakaran yang tidak sempurna menghasilkan hidrokarbon tak terbakar, sehingga kendaraan melepaskan lebih banyak polutan ke udara.

Hal ini menjadi perhatian penting, terutama di kota-kota dengan peraturan emisi yang ketat. Beralih kembali ke bensin premium membantu mesin bekerja lebih bersih dan memenuhi persyaratan emisi.

Baca Juga: Penjualan Kendaraan Listrik Diperkirakan Kalahkan Mobil Bensin di China pada 2025

5. Apakah Sesekali Boleh Menggunakan Bensin Reguler?

Beberapa mobil premium dilengkapi dengan sensor knocking yang dapat menyesuaikan waktu pengapian saat menggunakan bahan bakar beroktan rendah.

Meskipun fitur ini membantu mengurangi risiko knocking, performa kendaraan tetap bisa menurun. Jika terpaksa, penggunaan bensin reguler sesekali tidak menjadi masalah, tetapi disarankan untuk segera kembali ke bensin premium.

6. Pertimbangkan Biaya Jangka Panjang

Meski harga bensin premium lebih tinggi, potensi biaya perbaikan mesin, penurunan efisiensi, dan hilangnya tenaga akibat penggunaan bensin reguler dapat jauh lebih besar.

Mobil berperforma tinggi merupakan investasi, dan penggunaan bensin premium secara konsisten membantu menjaga kondisi mesin, performa optimal, serta nilai jual kembali kendaraan Anda.

Mengisi bensin reguler pada mobil premium memang bukan hal yang fatal, tetapi dapat memicu penurunan performa, terjadinya knocking, hingga potensi kerusakan jangka panjang.

Meski sesekali boleh digunakan dalam situasi darurat, tetap disarankan untuk rutin memakai bensin premium sesuai anjuran pabrikan agar kendaraan Anda tetap berjalan mulus dan efisien.

x|close