Dampak Pakai BBM Oktan Rendah untuk Kendaraan, Bisa Merusak Mesin!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2025, 04:00
thumbnail-author
Akbar Mubarok
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pertamina terus dorong masyarakat pengguna Pertalite untuk mendaftarkan kendaraannya dan mendapatkan QR Code. Pertamina terus dorong masyarakat pengguna Pertalite untuk mendaftarkan kendaraannya dan mendapatkan QR Code.

Ntvnews.id, Jakarta - Dengan harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, banyak pemilik kendaraan mulai mencari alternatif yang lebih terjangkau. Salah satu contohnya adalah beralih dari penggunaan bensin beroktan 95 ke oktan 92 demi menghemat biaya.

Apakah aman menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari yang biasa dipakai? Jawabannya bergantung pada rasio kompresi mesin kendaraan Anda.

Baca Juga : Apa Itu RON Dalam Bahan Bakar Kendaraan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dilansir dari laman Eptyres, Rabu, 26 Febuari 2025, rasio kompresi adalah perbandingan volume ruang bakar saat piston berada di titik terendah (Bottom Dead Center) dengan volume saat di titik tertinggi (Top Dead Center).

Misalnya, pada rasio 9:1, volume ruang bakar saat piston di posisi bawah sembilan kali lebih besar dibandingkan saat di posisi atas.

Mengetahui rasio kompresi ini penting untuk menentukan bahan bakar yang sesuai, karena mesin berkompresi tinggi memerlukan oktan tinggi guna mencegah terjadinya knocking.

Sebagai panduan:

Rasio kompresi 9-10:1 cocok dengan bensin beroktan 90.

Rasio kompresi 10-11:1 sebaiknya menggunakan oktan 92.

Rasio kompresi 11-12:1 direkomendasikan memakai oktan 95.

Baca Juga : Buktikan Fitur Engine Auto Start-Stop Suzuki yang Dapat Hemat Hingga 2 Liter Bahan Bakar

Meski demikian, acuan terbaik tetap berasal dari buku panduan kendaraan yang memuat rekomendasi oktan minimal dari pabrikan.

Mengabaikan rekomendasi ini dengan menggunakan oktan lebih rendah dapat memicu knocking, menurunkan performa, dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang.

Jika tujuan Anda menghemat biaya tanpa harus menurunkan kualitas bahan bakar, ada alternatif lain seperti mengoptimalkan efisiensi konsumsi bensin.

Baca Juga : Pertamina Bakal Olah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar Pesawat

Salah satunya adalah menggunakan ban ramah lingkungan, seperti Forceum Ecosa, yang dirancang khusus untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan performa berkendara.

x|close