Ntvnews.id, Jakarta - Kejadian pecah ban pada kendaraan bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, meskipun kendaraan tersebut baru digunakan.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan ban pecah, mulai dari tekanan udara yang kurang, kurangnya perawatan, tertusuk benda tajam, hingga kondisi fisik ban yang tidak prima.
Dalam beberapa kasus, pecah ban bahkan dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal. Hal ini dialami oleh pemilik mobil listrik Chery J6, yang mengungkapkan keluhannya melalui akun Instagram @kevinyowilliam.
Dia menceritakan pengalaman tak menyenangkan yang terjadi pada mobilnya, yang baru tiga hari digunakan.
"Satu malam setelah teman-teman gue surprise-in gue, dan gue juga kasih surprise ke teman yang lain, kita makan dan sekitar jam 2 subuh kita baru jalan pulang. Jalan di Tol dan ban kita ternyata langsung kena batu. Kejadiannya itu cepat banget, kayak nggak sampai 1 menit, tiba tiba bannya sudah langsung kempes, dan kita harus menepi," tulis akun @kevinyowilliam, dikutip Jumat, 4 April 2025.
Karena tidak memiliki pengetahuan tentang mobil, dia menghubungi rekannya yang lebih mengerti dan juga menghubungi jasa derek dan layanan darurat di tol.
Setelah memeriksa kerusakan, ternyata lubang pada ban terlalu besar untuk bisa ditambal, sehingga ban tersebut harus diganti.
"Tapi kalau pikiran gue secara logika, masak sih ban yang umurnya baru tiga hari ini cepat banget rusaknya," imbuhnya.
"Jadi gue coba untuk telpon diler mobilnya dan tanya apakah masih ada garansi untuk bannya, tapi karena malam itu sudah malam banget, jadi nggak ada yang angkat, dan akhirnya mau nggak mau gue harus cari penyelesaian ke diri gw sendiri," tambahnya.
Baca Juga: Chery Luncurkan Teknologi Super Hybrid CSH di Indonesia, Tawarkan Inovasi Kendaraan Ramah Lingkungan
Dengan terpaksa, dia memutuskan untuk menderek mobil keluar dari tol dan membawanya ke bengkel terdekat. Namun, masalah belum selesai di sana.
Dia mengungkapkan proses yang terjadi sangat mengecewakan. "Saya harus menunggu hampir 1,5 jam untuk derek datang, dan ketika sampai di bengkel, saya diminta membayar Rp1,6 juta tanpa kejelasan apakah garansi dapat digunakan atau tidak," keluhnya.
Proses penyelesaian masalah baru selesai pada pukul 7 pagi, dan akhirnya dia memilih untuk melepaskan mobil tersebut.
Dia juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kualitas mobil China tersebut, yang dinilainya sangat buruk karena sudah rusak setelah hanya tiga hari pemakaian.
"Jadi memang benar mobil China itu kualitasnya seburuk itu sampai gue pakai tiga hari dan sudah rusak," tambahnya.
View this post on Instagram
Chery Motor Indonesia melalui akun Instagram resmi @cherymotorindonesia menanggapi keluhan pelanggan mengenai kualitas ban kendaraan.
Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami dan mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan terkait pelayanan mereka.
"Mohon maaf atas kendala yang dialami, dan terima kasih atas masukan yang diberikan tentang pelayanan kami," tulis akun @cherymotorindonesia, dikutip Jumat, 4 April 2025.
Chery menegaskan setiap ban yang digunakan telah melalui uji kualitas dan ketahanan yang ketat.
Meskipun kondisi jalan yang bervariasi dapat mempengaruhi kinerja ban, perusahaan memastikan setelah penggantian ban, kendaraan pelanggan tetap aman digunakan. Ban yang terdampak akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kualitasnya.
"Jika pak Kevin memiliki kendala lain, layanan darurat Carlinko dan Call Center 24 Jam siap membantu Bapak sehingga pak Kevin tidak perlu ragu untuk menghubungi kami Kembali," tambahnya.