Ntvnews.id, Jakarta - Mandi wajib atau mandi junub adalah salah satu kewajiban dalam Islam yang harus dilakukan setelah seseorang mengalami hadas besar, seperti junub, haid, atau nifas. Namun, dalam praktiknya, muncul pertanyaan: bolehkah menunda mandi wajib?
Artikel ini akan membahasnya secara rinci dengan tetap mengacu pada ajaran Islam.
Mandi wajib merupakan mandi yang dilakukan dengan tujuan untuk menyucikan diri dari hadas besar. Tata cara mandi wajib telah diatur dalam syariat Islam, yaitu dengan niat yang benar dan membasuh seluruh tubuh secara merata.
Baca juga: Panduan Lengkap Tata Cara Mandi Wajib
Secara umum, hukum menunda mandi wajib diperbolehkan selama tidak mengakibatkan pelanggaran kewajiban lainnya, seperti melalaikan waktu shalat. Dalam hal ini, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
Tidak Melampaui Waktu Shalat
Jika seseorang dalam keadaan junub, maka ia wajib mandi sebelum melaksanakan shalat. Menunda mandi hingga waktu shalat hampir habis adalah hal yang tidak dianjurkan karena dapat membuat seseorang lalai menjalankan kewajiban.
Menghormati Waktu Sahur dan Ibadah di Bulan Ramadhan
Di bulan Ramadan, seseorang yang junub dianjurkan untuk mandi wajib sebelum waktu Subuh tiba agar dapat memulai puasa dalam keadaan suci. Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Rasulullah SAW pernah berada dalam keadaan junub saat waktu Subuh tiba, kemudian beliau mandi dan melanjutkan puasanya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ada beberapa kondisi yang membolehkan seseorang menunda mandi wajib, misalnya:
Meski menunda mandi wajib diperbolehkan dalam beberapa kondisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Menunda mandi wajib diperbolehkan dengan syarat tidak melanggar kewajiban utama seperti shalat. Namun, lebih baik segera mandi untuk menjaga kesucian diri dan memaksimalkan ibadah. Ingatlah bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, dan Islam sangat menganjurkan umatnya untuk selalu menjaga kesucian lahir maupun batin.