Ntvnews.id, Denpasar -Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Bali memastikan bahwa tahun ini hanya akan melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1446 Hijriah, tanpa menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1446 Hijriah untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri.
“Kegiatan rukyatul hilal biasanya dilakukan sebelum puasa Ramadhan dan Idul Fitri, namun untuk tahun ini hanya dilaksanakan sebelum Ramadhan karena pada waktu Idul Fitri bersamaan dengan Hari Suci Nyepi,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Abu Siri, di Denpasar, Rabu
Baca Juga : Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadhan di 125 Titik Seluruh Indonesia
Pemantauan hilal untuk Idul Fitri semestinya dijadwalkan pada Jumat, 28 Maret 2024, namun pada hari tersebut seluruh masyarakat Bali tidak diperkenankan beraktivitas di luar rumah karena Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1947.
“Kegiatan rukyatul hilal di provinsi lain di Indonesia tetap dilaksanakan, namun Bali tidak melaksanakannya karena bersamaan dengan Nyepi, Bali akan mengikuti hasil sidang isbat yang akan dilakukan di Jakarta,” jelas Abu Siri.
Untuk mencegah potensi gesekan di masyarakat, Kemenag Bali telah menyampaikan informasi mengenai peniadaan pemantauan hilal ini kepada berbagai instansi terkait, seperti BMKG, Pengadilan Tinggi Agama, Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat.
Baca Juga : Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H Digelar 28 Februari 2025
Abu Siri menegaskan pentingnya pemahaman umat Islam di Bali mengenai keputusan ini, yang diambil untuk menghormati Hari Suci Nyepi. Dengan demikian, diharapkan agar Bulan Ramadan dapat berjalan dengan lancar, dan umat beragama dapat menjalankan ibadah masing-masing dengan damai.
“Kita harus saling menghormati antar-pemeluk agama agar tidak terjadi gesekan di masyarakat. Mari bersama-sama menjaga situasi Bali agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” katanya.
Meski ada perubahan dalam kegiatan tahun ini, Kanwil Kemenag Bali tetap melaksanakan berbagai agenda lain sebelum memasuki Bulan Ramadan, seperti acara tabligh Ramadhan, syukuran, dan kultum yang dilaksanakan oleh ASN Kemenag Bali dan di tingkat kabupaten.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Pemerintah Bakal Gelar Operasi Pasar Stabilkan Harga Pangan
Abu Siri menambahkan bahwa kegiatan Safari Ramadhan, yang biasanya dilakukan dengan berkeliling kabupaten/kota, kini akan dioptimalkan melalui pertemuan daring yang diadakan sebanyak empat kali.
(Sumber Antara)