Diplomat Korea Utara Membelot ke Selatan, Ini Alasannya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jul 2024, 08:37
Deddy Setiawan
Penulis
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bendera Korea Utara (korut) Bendera Korea Utara (korut) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Terkuak, ternyata ada seorang diplomat tinggi Korea Utara (Korut) yang ditempatkan di Kuba membelot ke Korea Selatan.

Pembelotan ini terjadi pada bulan November tahun lalu, beberapa bulan sebelum Seoul dan Havana menjalin hubungan diplomatik, menurut sebuah laporan pada hari Selasa.

Dilansir dari Chosun Daily, Kamis, 18 Juli 2024, bahwa diplomat senior Korea Utara, Ri Il Kyu, yang bertanggung jawab atas urusan politik di kedutaan Pyongyang di Kuba sejak tahun 2019, memiliki tugas khusus untuk "menghalangi pembentukan hubungan diplomatik antara Korea Selatan dan Kuba".

Menurut laporan dari kantor berita AFP, Ri membelot ke Korea Selatan bersama istri dan anak-anaknya pada awal November lalu, seperti yang dilaporkan oleh Chosun Daily.

Baca Juga: Memanas! Korea Selatan Siapkan Senjata Laser Canggih dan Mematikan untuk Korut 

Ini menjadikannya diplomat tertinggi Korea Utara yang diketahui membelot sejak Thae Yong Ho, wakil duta besar Pyongyang untuk Inggris, pada tahun 2016.

Kementerian Unifikasi dan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa mereka tidak dapat memastikan pembelotan tersebut.

Kementerian Unifikasi Seoul sebelumnya mencatat adanya peningkatan jumlah pembelotan yang dilakukan oleh elit Korea Utara, dengan 10 dari 196 pembelotan pada tahun 2023 berasal dari kalangan elit, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Mesra, Putin Jadi Supir Kim Jong Un Saat Kunjungi Korut

Sekitar tiga bulan setelah dilaporkan bahwa Ri membelot, Seoul dan Havana—yang merupakan salah satu sekutu tertua Pyongyang dan negara sesama komunis—mengumumkan bahwa mereka menjalin hubungan diplomatik.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Korea Selatan, Chosun Daily, Ri menyatakan bahwa ia memutuskan untuk membelot setelah Pyongyang menolak permintaannya untuk mencari perawatan medis di Meksiko setelah cedera, karena ia tidak dapat menerima perawatan yang diperlukan di Kuba akibat kurangnya peralatan spesialis.

Halaman
x|close