Paralimpiade Paris 2024 Resmi Ditutup, Indonesia Tempati Peringkat ke-50

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2024, 10:21
Zaki Islami
Penulis
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Paralimpiade Resmi Ditutup, Indonesia Menempati Peringkat ke-50 Paralimpiade Resmi Ditutup, Indonesia Menempati Peringkat ke-50 (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Paralimpiade Paris 2024 telah resmi ditutup, kontingen Indonesia harus puas menempati peringkat ke-50.

Di Paralimpiade Paris 2024, Indonesia berhasil 1 medali emas, 8 medali perak dan 5 medali perunggu. Torehan tersebut membuat mereka berada di urutan ke 50.

Baca Juga:

Siapkan Saldo Uang Elektronik Anda, Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Mau Naik

Viral Pelajar Mabuk di Denpasar Hingga Adu Jotos dengan Warga, Netizen: Bikin Malu Bali

Sementara untuk peringkat pertama diraih oleh China dengan torehan 94 medali emas, 76 medali perak dan 50 perunggu.

Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila sukses mempersembahkan emas perdana bagi Indonesia di Paralimpiade Paris 2024. <b>(Instagram NPC)</b> Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila sukses mempersembahkan emas perdana bagi Indonesia di Paralimpiade Paris 2024. (Instagram NPC)

Di sisi lain, rangkaian Paralimpiade Paris 2024 resmi ditutup dengan membawa pesan kebahagiaan dan persatuan di musim panas, Minggu (8/9) malam waktu setempat.

Kepala Penyelenggara Paralimpiade Paris 2024 Tony Estanguet mengatakan bahwa baik Paralimpiade maupun Olimpiade telah menciptakan “musim panas yang bersejarah”.

“Musim panas ini, Prancis punya kencan dengan sejarah, dan negara itu (Paris) muncul (dengan membawa sejarah itu),” kata Estanguet, dilansir Antara, Senin 9 September 2024.

Adapun Paralimpiade ditutup pada hari Minggu dengan pesta besar yang dimeriahkan dengan musik.

Lebih dari 4.400 atlet dari 168 delegasi Paralimpiade berpesta meskipun hujan terus-menerus turun.

Adapun Paralimpiade berikutnya akan diadakan di Los Angeles pada tahun 2028.

Dalam serah terima resmi, Walikota Paris Anne Hidalgo menyerahkan bendera Paralimpiade kepada Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons, yang kemudian menyerahkannya kepada Wali Kota Los Angeles Karen Bass.

Meskipun awalnya ada kekhawatiran tentang penjualan tiket, Paralimpiade diadakan di stadion yang sebagian besar penuh, memanfaatkan faktor rasa senang dari Olimpiade yang sangat sukses sebelumnya.

Parsons mengatakan Paralimpiade Paris telah menunjukkan bahwa "perubahan dimulai dengan olahraga".

Tingkat olahraga di Paris, organisasi, dan kesetaraan gender para peserta telah menjadi "patokan" untuk Paralimpiade mendatang, katanya.

Halaman
x|close